Kamis, 12 Agustus 2021

Refleksi Pembelajaran Berdiferensiasi

 

Refleksi Minggu Ke-9 pada Modul 2.1

Oleh: Nani Nurcahyani

 

 

Pemenuhan Kebutuhan Murid melalui Pembelajaran Berdiferensiasi

 


 

Relasi antara materi pembelajaran berdiferensiasi dengan nilai dan peran saya sebagai guru penggerak serta filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) sangat terkait dan relevan. Guru menuntun anak sesuai kodrat alam dan zamannya. Tiap anak di kelas yang sama belum tentu memiliki kodrat alam yang sama pula. Mereka yang berada di kelas yang sama memiliki perbedaan usia, kepribadian, kultur, bahasa, sosial ekonomi, dan lainnya. Pembelajaran pada kelas yang beragam unsur perbedaan tersebut tentunya dengan tidak menyamaratakan kebutuhan belajar mereka. Perlu adanya strategi pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid yang beragam tersebut, yaitu dengan pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar (Tomlinson:2000). Langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid adalah dengan memetakan kondisi murid sebagai prasyarat, baik kesiapan belajar, minat, dan profil belajar. Ada 3 strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran deferensiasi yaitu: konten, proses, dan produk.

Diferensiasi konten. Diferensiasi konten merupakan strategi pembelajaran yang memberikan konsep atau materi baru dimulai dengan mengukur tingkat kesiapan belajar murid. Kemudian guru menyiapkan apa yang diajarkan kepada murid, bahan ajar yang syarat akan ide, tantangan, pertanyaan pemandu untuk mengembangkan ide murid terhadap suatu materi. Guru harus memastikan bahwa muridnya bisa mengakses materi dengan gaya belajar mereka. Kemudian guru memfasilitasi KBM, berdasarkan minat anak untuk memberikan konsep baru. Guru menyesuaikan dengan profil belajar dan gaya belajar murid, baik visual, auditori, maupun kinestetik.

Diferensiasi proses. Diferensiasi proses berfokus pada bagaimana murid memahami/memaknai apa informasi yang akan dipelajari. Guru menyiapkan cara atau proses bervariasi untuk mengakomodasi perbedaan minat dan kebutuhan. Guru harus memperhatikan skenario pembelajaran yang akan dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar muridnya. Proses belajar secara mandiri atau berkelompok, bantuan apa yang akan diberikan oleh guru, siapa saja yang akan dibantu. Sisipkan pertanyaan pemandu, guru harus dapat mengembangkan kegiatan yang bervariasi dan melakukan pengelompokkan yang fleksibel yang disesuaikan dengan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid.

Diferensiasi produk. Diferensiasi Produk merupakan hasil pekerjaan atau unjuk kerja yang harus ditunjukan pada guru. Produk adalah sesuatu yang ada wujudnya bisa berbentuk karangan, tulisan, hasil tes, pertunjukan, presentasi, pidato, rekaman, diagram, dan sebagainya. Produk karya murid harus mencerminkan pemahaman murid yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Pembelajaran berdiferensiasi akan berhasil jika lingkungan belajar mendukung. Karakteristik Lingkungan belajar dalam komunitas belajar yang baik, sebagai berikut.

1)      Setiap orang dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut dengan baik.

2)      Setiap orang di dalam kelas tersebut saling menghargai.

3)      Murid merasa aman.

4)      Ada harapan bagi pertumbuhan.

5)      Guru mengajar untuk mencapai kesuksesan.

6)      Ada keadilan dalam bentuk yang nyata.

7)      Guru dan siswa berkolaborasi untuk pertumbuhan dan kesuksesan bersama.

Ide, materi, dan pendapat fasilitator sudah sangat sesuai dengan struktur Program Guru Penggerak (PGP) ini. Tidak ada materi yang berbeda dari praktik yang saya lakukan sebagai CGP. Materi fasilitator makin menambah wawasan dan referensi saya dalam melaksanakan tugas sebagai CGP. Fasilitatornya pun sangat kompeten di bidangnya. Selain itu, motivasi tiada henti selalu diberikan sehingga peserta CGP makin antusias.

Ilmu dan wawasan baru yang saya dapatkan mengenai pembelajarn berdiferensiasi sangat banyak. Setelah membaca dan memelajari modul 2.1 pembelajaran berdiferensiasi, saya melakukan refleksi diri mengenai pembelajaran yang saya lakukan selama ini. Pembelajaran berdiferensiasi sudah berupaya saya lakukan dengan melakukan asesmen diagnosis di awal semester, tetapi belum maksimal. Saya berupaya mencari lebih banyak literatur mengenai pembelajaran berdiferensiasi termasuk mengikuti workshop. Setelah mendalami materi ini, saya menjadi tahu bahwa ada beberpa strategi yang belum mendetail saya praktikkan dalam memenuhi kebutuhan murid pada kelas yang beragam. Saya sudah memberikan kebebasan pada anak untuk memilih tema bebas sesuai minat mereka ketika menyajikan teks, tetapi bahan ajar yang saya berikan masih belum memenuhi minat mereka. Saya pun masih menyamaratakan dan menganggap bahwa kesiapan belajar mereka sama, ternyata ada tingkat kesiapan yang berbeda. Saya merasa berdosa terhadap apa yang saya lakukan. Saya masih belum menampung gaya belajar anak yang berbeda. Saya masih menyamakan bahan ajar atau peraga bagi anak visual, auditori, dan kinestetik.

Materi terkait pembelajaran berdiferensiasi yang sudah saya pahami akan berupaya saya praktikkan di kelas dan sekolah saya. Saya sudah berupaya memetakan potensi murid dengan memenuhi kebutuhan belajar dengan melakukan aksi nyata dan membentuk lingkungan belajar yang baik meskipun saya merasa apa yang saya lakukan belum maksimal. Setelah saya mengetahui pembelajaran berdifernsiasi, saya merasa tertantang untuk menjadi guru yang mampu menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.  Saya merasa bangga terpilih menjadi CGP dan mendapatkan bimbingan dari fasilitator hebat dan berkompeten seperti Ibu Dra. Titik Indrayati, M.Pd. Motivasi beliau makin menguatkan keyakinan saya untuk menyelesaikan PGP ini. Demikian juga dengan pengajar praktik Bapak Nanang dan Ibu Sri Endang Istutin yang senantiasa memberi motivasi dan berbagi praktik baik.

Perubahan yang akan saya lakukan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah

1)      Memetakan kondisi murid (kesiapan belajar, minat, dan profil belajar) agar kebutuhannya terpenuhi.

2)      Memilih strategi pembelajaran berdiferensiasi (konten, proses, produk) yang tepat.

3)      Membentuk lingkungan belajar yang baik dalam komunitas belajar.

4)      Memberikan keadilan dalam pembelajaran.

5)      Berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi.

Semoga upaya yang saya lakukan dan cita-cita sebagai Calon Guru Penggerak dapat terlaksana dan dapat melakukan perubahan menuju pendidikan yang lebih baik menuju Indonesia emas 2045.

 

RPP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL

  

 RPP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL


Pemetaan dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

Kelas / Sekolah                : IX F / SMP Negeri 1 Tumpang

Tujuan Pembelajaran    : Melalui kegiatan mengamati video/membaca flipbook/mendengar rekaman, murid mampu menuangkan gagasan, pikiran, arahan atau pesan dalam pidato (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya) secara lisan dan/atau tulis dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan dengan kreatif dan percaya diri.

 

A.         Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Kesiapan Belajar

Tabel 1. Pemetaan Kebutuhan Murid Berdasarkan Kesiapan Belajar

 

Kesiapan Belajar (Readiness)

Murid telah memahami konsep teks pidato persuasif, dapat membuat teks teks pidato persuasive dan berpidato

Murid telah memahami konsep teks pidato persuasif, sudah dapat  membuat teks teks pidato persuasive dan belum maksimal dalam berpidato

Murid telah memahami konsep teks pidato persuasif, belum maksimal  membuat teks teks pidato persuasive dan belum maksimal dalam berpidato

Murid belum memahami konsep teks pidato persuasif, belum dapat  membuat teks teks pidato persuasive dan belum maksimal dalam berpidato

Murid belum memahami teks cerita fantasi, belum dapat membuat teks teks pidato persuasive dan berpidato  dengan bagus bagus sesuai struktur dan kebahasaan

Nama Murid

Ø  Siti Alya Ma'rifatul Arianti

Ø  Lamtiur Olivia Gultom

Ø  Khimatul Mufidah

Ø  Devi Nandariana Agustin

Ø  Devina Safra Efendi

Ø  Dewangga Aditya Putra

Ø  Dinda Nawang Wulandari

Ø  Diva Febriani

Ø  Fareza Arrasy Fajar Meilano

Ø  Friska Melina Wulansari

Ø  Hilwa Hana Batrisya

Ø  Iil Wahyu Puspitasari

Ø  Ilham Ramadhan

Ø  Monica Najwa Baunsele

Ø  Muhammad Irfan

Ø  Muhammad Nur Kholis

Ø  Rafi Rinaldika Naufal

Ø  Lyra Winiastira Putri

Ø  Moch. Mushlih Farid

Ø  Sulfa Solihul Mubarok

Ø  Aghnia Zalfa Syahira

Ø  Akmal Dwi Wanda Helmi

Ø  Almyra Hesty Putry Anggytha Maryna

Ø  Devi Nandariana Agustin

Ø  Ditya Ilham Ashri

Ø  Diva Febriani

Ø  Achmad Satrio Wibisono

Ø  Zelda Anindya

Ø  Aida Puspita Dewi

Ø  Wisnu Aji Prasetyo

Ø  Revyanto Andreansyah

 

Proses

Murid diminta membuat teks teks pidato persuasif lalu latihan berpidato disimak teman dalam kelompok dan diberi komentar.

Murid bebas memilih tema pidato.

Murid diminta diminta membuat teks teks pidato persuasif dengan bantuan teman sebaya yang sudah selesai, saling memberi saran, dan berlatih berpidato dan guru memberikan bimbingan konsep hingga cara menulis.

Murid bebas memilih tema pidato.

Murid diminta melihat video, membaca flipbook modul materi teks cerita fantasi, murid diminta membuat teks teks pidato persuasif dengan bantuan teman sebaya yang sudah selesai, saling memberi saran, dan berlatih berpidato dan guru memberikan bimbingan konsep hingga cara menulis.

Murid bebas memilih tema pidato.

Murid mendapat pembelajaran mengenai materi teks teks pidato persuasive lalu guru meberikan scafolding

Murid diminta melihat video, membaca flipbook modul materi teks cerita fantasi, murid diminta membuat teks teks pidato persuasifdengan bantuan teman sebaya yang sudah selesai, saling memberi saran, dan berlatih berpidato dan guru memberikan bimbingan konsep hingga cara menulis.

Murid bebas memilih tema pidato.

Murid mendapat pembelajaran mengenai materi teks teks pidato persuasif lalu guru meberikan scaffolding

Murid bebas memilih tema pidato.

 

B.          Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Minat

Tabel 2.  Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Minat

Minat

Bahasa/Jurnalistik

Olah raga

Seni

Sains

Budaya

Kuliner

Nama Murid

Ø  Siti Alya Ma'rifatul Arianti

Ø  Lamtiur Olivia Gultom

Ø  Khimatul Mufidah

 

Ø Moch. Mushlih Farid

Ø Monica Najwa Baunsele

Ø Muhammad Irfan

Ø Muhammad Nur Kholis

Ø Rafi Rinaldika Naufal

Ø Revyanto Andreansyah

Ø Devina Safra Efendi

Ø Dewangga Aditya Putra

Ø Dinda Nawang Wulandari

Ø Ditya Ilham Ashri

Ø Diva Febriani

Ø Fareza Arrasy Fajar Meilano

Ø Friska Melina Wulansari

Ø Hilwa Hana Batrisya

Ø Iil Wahyu Puspitasari

Ø Ilham Ramadhan

Ø Intan Wulanda

Ø Khimatul Mufidah

Ø Lamtiur Olivia Gultom

Ø Lyra Winiastira Putri

Ø Achmad Satrio Wibisono

Ø Aghnia Zalfa Syahira

Ø Aida Puspita Dewi

 

Ø Almyra Hesty Putry Anggytha Maryna

Ø Devi Nandariana Agustin

 

Ø Sandyta Tiara Annesza

Ø Satrio Pristianto

Ø Siti Alya Ma'rifatul Arianti

Ø Sulfa Solihul Mubarok

Ø Wisnu Aji Prasetyo

Ø Zelda Anindya

Produk

Membuat teks cerita fantasi bertema hobi, Bahasa sehari-hari

Membuat teks cerita fantasi bertema olah raga

Membuat teks cerita fantasi bertema lukisan, tari, dan musik

Membuat teks cerita fantasi bertema robot, penelitian

Membuat teks cerita fantasi bertema kebudayaan, bela diri, adat

Membuat teks cerita fantasi bertema masakan

 

C.         Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid

Tabel 3. Pemetaan Kebutuhan Belajar Berdasarkan Profil Belajar Murid

Profil Balajar Murid

Visual

Auditori

Kinestetik

Nama Siswa

Ø  Siti Alya Ma'rifatul Arianti

Ø  Lamtiur Olivia Gultom

Ø  Khimatul Mufidah

Ø  Devina Safra Efendi

Ø  Dewangga Aditya Putra

Ø  Dinda Nawang Wulandari

Ø  Ditya Ilham Ashri

Ø  Diva Febriani

Ø  Fareza Arrasy Fajar Meilano

Ø  Friska Melina Wulansari

Ø  Hilwa Hana Batrisya

Ø  Iil Wahyu Puspitasari

Ø  Ilham Ramadhan

Ø  Intan Wulanda

Ø  Khimatul Mufidah

Ø  Lamtiur Olivia Gultom

Ø  Lyra Winiastira Putri

 

Ø  Achmad Satrio Wibisono

Ø  Aghnia Zalfa Syahira

Ø  Aida Puspita Dewi

Ø  Almyra Hesty Putry Anggytha Maryna

Ø  Devi Nandariana Agustin

 

Ø  Moch. Mushlih Farid

Ø  Monica Najwa Baunsele

Ø  Muhammad Irfan

Ø  Muhammad Nur Kholis

Ø  Rafi Rinaldika Naufal

Ø  Revyanto Andreansyah

Produk

Murid diberi kebebasan cara berpidato dengan memilih alat peraga seperti:

ü  Kostum pahlawan/tokoh nasional

ü  Baju daerah

ü  lainnya

Proses

Saat

menjelaskan

guru

menggunakan

banyak gambar

atau alat bantu

visual seperti gflipbook, ambar, video, ppt, infografis.

Guru juga

menyediakan

kesempatan

bagi murid

untuk

mengakses

sumber belajar

yang dapat

didengarkan

murid secara

lisan (rekaman/radio)

Guru membuat

beberapa sudut

belajar atau

display yang

ditempel di

tempat-tempat

berbeda untuk

memberikan

kesempatan

murid bergerak

saat mengakses

informasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING

BERDIFERENSIASI KOMPETENSI SOSIAL EMOSIONAL (KSE)

 

 

 

 

 

 


Sekolah

Kelas/ Semester

Mata Pelajaran

: SMP NEGERI 1 TUMPANG

: IX /Ganjil

: Bahasa Indonesia

 

Materi Alokasi waktu

: Interaksi Sosial

: 1 Kali Pertemuan (80 menit)

A.   Kompetensi Dasar

 

3.4 Menelaah struktur dan ciri kebahasaan pidato persuasif tentang permasalahan aktual yang didengar dan dibaca.

4.4 Menuangkan gagasan, pikiran, arahan atau pesan dalam pidato (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya) secara lisan dan/atau tulis dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan.

B.   Tujuan Pembelajaran

1.    Melalui kegiatan mengamati video/membaca flipbook/mendengar rekaman, murid dapat menuangkan gagasan, pikiran, arahan atau pesan dalam pidato (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya) secara lisan dan/atau tulis dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan dengan kreatif dan percaya diri.

2.     Melalui kegiatan mengambar emoticon, murid dapat mengembangkan pembiasaan emosi diri dan sikap empati sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama dengan positif.

3.     Melalui pentas berpidato, murid dapat berpidato mengenai fakta aktual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dengan kreatif.

4.     Melalui jurnal rahasia diri, murid dapat merefleksikan pengalaman yang diperolehnya setelah menyajikan teks pidato secara lisan dan tulis dengan jujur.

 

C.  Strategi Pembelajaran berdiferensiasi

Strategi Pembelajaran berdiferensiasi : Proses dan produk

 

D. Sumber Belajar

1.     Lingkungan sekitar

2.     Video You tube : https://www.youtube.com/watch?v=aEvPBfM7OSQ

3.    Buku siswa bahasa Indonesia kelas IX

4.     Materi ajar : dapat diakses pada blog “www.pelangi1717.com” maupun flipbook (modul digital dari guru), rekaman pidato tokoh nasional/dunia

 

E.       Metode dan Media Pembelajaran

Ø  Metode                                  : Project Based Learning

Ø  Media                                     : flipbook pidato persuasif,Video, dan rekaman

                                                     pidato tokoh-tokoh nasonal dan dunia.

Ø  Plaform yang digunakan : zoom meeting

 

 


 

F.       Aktivitas Pembelajaran

A.   Pendahuluan

 

1)   Guru membuka aplikasi zoom meeting dan memulai pembelajaran secara daring serta memanfaatkan grup WA kelas.

2)   Guru mengucapkan salam; berdoa, mengecek presensi; memberi motivasi agar tetap “melaksanakan prokes 5M”; guru menyampaikan KD; tujuan, dan strategi pembelajaran berdiferensiasi dan capaian pembelajaran yang diharapkan dalam ruang virtual zoom meeting dan grup WA kelas.

3)   Murid dikondisikan untuk belajar dalam kelompok melaui breakroom berdasarkan pemetaan minatnya seperti olah raga, budaya, bahasa, agama, dan seni.

4)   Murid mengoneksikan materi pembelajaran hari ini dengan pertemuan sebelumnya untuk  mengetahui kesiapan belajar murid dengan tanya jawab.

 

Alokasi Waktu

 

 

 

10 menit

B.    Kegiatan Inti

1)   Penentuan pertanyaan mendasar

Ø  Murid mengamati petunjuk /panduan pembelajaran di kelompoknya.

Ø  Murid membaca flipbook materi teks pidato persuasif atau mengamati video materi teks pidato persuasif di you tube atau rekaman yang diberikan guru.

Ø  Murid menanya isi video/flipbook/rekaman yang telah diamati/didengar .

Ø  Murid menentukan pesan dalam pidato tersebut.

Ø  Murid mendapatkan bimbingan dan arahan dari guru.

Ø  Murid yang lebih menguasai materi menjadi tutor bagi murid lainnya.

 

Diferensiasi proses

2)   Mendesain perencanaan proyek

Ø  Murid menentukan tema pidato persuasif  sesuai dengan minat yang dimilki, seperti tema  olah raga, budaya, bahasa, agama, dan seni , dll.

Ø  Murid berdiskusi menentukan jenis produk yang akan dihasilkan seperti : teks/ /video/rekaman.

Ø  Murid berdiskusi memilih cara mendemonstrasikan produk yang dihasilkan, contohnya melalui orasi langsung/rekaman/video.

 

3)   Menyusun jadwal

Ø  Murid menyusun jadwal penyelesaian pidato persuasif.

 

4)   Memonitor murid dan kemajuan proyek

Ø  Murid membuat struktur pidato berdasarkan tema yang telah dipilih dalam kelompok  pada kegiatan sebelumnya.

Ø  Murid membuat pidato persuasif dalam bentuk  karangan/video/rekaman lalu guru memonitor perkembangan karya murid.

 

 

Melakukan Teknik STOP sejenak

  KSE 1 Pengenalan Emosi

Siswa melakukan teknik STOP (rileks) dan senam otak dipandu guru sebagai ice breaking kemudian murid menggambar emoticon pada kertas yang disiapkan siswa sebagai bentuk ungkapan perasaan dalam pembelajaran pertemuan kali ini.

 

   KSE 3 Empati

Langkah selanjutnya diberikan 2 gambar emosi (senang dan sedih), murid memberikan opini berupa solusi yang dapat dilakukannya jika temannya mengalami 2 emosi pada gambar.

 

Diferensiasi produk

5)   Menguji hasil  “KSE 2 Pengelolaan Diri”

Ø  Murid menampilkan pidato persuasif yang telah dibuat melalui orasi/rekaman/video/powerpoint. dll sesuai dengan minatnya

Ø  Kelompok lain dan guru memberi saran dan masukan.

 

6)   Mengevaluasi pengalaman

Ø  Murid mengedit pidato persuasif yang telah ditulis berdasarkan saran guru dan teman.

Ø  Murid melakukan refleksi dipandu guru melalui kegiatan penulisan “JURNAL RAHASIA DIRI”. KSE 2 Pengelolaan Diri

 

 

 

10 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10 menit

 

 

 

 

 

 

 

5 menit

 

10 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

20 menit

 

 

 

10 menit

 

 

C.   Aktivitas Penutup

Ø  Murid membuat ringkasan materi.

Ø  Guru mengadakan posttest.

Ø  Guru meminta murid berlatih membuat  dan berpidato persuasif  secara mandiri di rumah;

Ø  Guru mengajak berdoa, menutup pelajaran, dan memberi salam dalam ruang virtual dan grup WA kelas.

 

 

5 menit

 

G.     Penilaian

1)   Sikap       : Percaya Diri, Kreatif

2)   Pengetahuan : postest

3)   Keterampilan

*      Produk    : Video,  rekaman, dan teks pidato persuasif

*      Kinerja     : Vokal, Penghayatan, dan Penampilan

 

 

 

                                                                                            Malang, 14 Juli  2021

Kepala SMP Negeri 1 Tumpang                                      Guru Pengampu

 

 

 

Drs. Mahmud Asyari, M.Pd.                                               Nani Nurcahyani, S.Pd., M.Pd.

NIP 196310081985011002                                                   NIP 198309132009042002

 

 

 

 

Petunjuk Menggunakan Media flipbook dan video di you tube

    

 

Langkah-langkah menggunakan flipbook, sebagai berikut.

1)    klik link flipbook yang telah dibagikan di grup WA kelas

2)    Baca dengan cermat sampai selesai!!

3)    Jika ada kendala, minta bantuan guru!

Langkah-langkah mengamati video di you tube, sebagai berikut.

1)    Klik link you tube telah dibagikan di grup WA kelas

2)    Baca dengan cermat sampai selesai!!

3)    Jika ada kendala, minta bantuan guru!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Strategi dan Alat Penilaian

 

1)      Penilaian Sikap

Sikap Kreatif dan percaya diri : Observasi terhadap sikap komitmen murid dalam mengerjakan tugas.

o   Strategi : Observasi

o   Alat       : Catatan Anekdot

Nama Murid

Tanggal/ catatan sikap

Tanggal/ catatan sikap

Tanggal/ catatan sikap

 

 

 

 

 

 

 

 

2)      Penilaian Keterampilan

-       Strategi : tes tulis dan unjuk kerja

-       Alat       : lembar penilaian

 

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN- MENULIS TEKS PIDATO PERSUASIF

 

Nama                   : ……………………….

Kelas                     : . …………..

 

No

Nama Siswa

Aspek

Total

Nilai

Struktur

Kebahasaan

Kesesuaian dengan tema

Skor

 

1

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

Kriteria:

1)      Struktur

3: tercapai; 2: berkembang; 1: mulai terlihat 

 

2)      Kebahasaan

3: tercapai; 2: berkembang; 1: mulai terlihat 

 

3)      Kesesuaian dengan tema

3: tercapai; 2: berkembang; 1: mulai terlihat 

 

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN- UNJUK KERJA BERPIDATO

 

Nama : ………………………..

KELAS : . ………………….…..

 

No

Nama Siswa

Aspek

Total

Nilai

Vokal

Penghayatan

Penampilan

Skor

 

1

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

Kriteria:

1)      Vokal

4: sangat jelas; 3: jelas; 2: cukup; 1: kurang 

 

2)      Penghayatan

4: sangat menghayati; 3: menghayati; 2: cukup; 1: kurang 

 

3)      Penampilan

4: sangat menarik; 3: menarik; 2: cukup; 1: kurang 

 

 

Lampiran:

Lembar Kerja Peserta Didik

Nama:

Kelas:

 

Petunjuk

1)      Bacalah bahan ajar materi pidato persuasif yang telah disediakan berdasarkan minat kalian!

2)      Pilihlah tema yang kalian suka (olah raga, sosial, agama, ekonomi, seni, budaya, dll)!

3)      Buatlah kerangka pidato persuasif berdasrakan tema yang kalian pilih!

4)      Kembangkan strukturtersebut sehingga menjadi pidato persuasif yang menarik!

5)      Penugasan

6)      Tulislah pidato persuasif sesuai tema yang kamu pilih dengan memperhatikan struktur pidato persuasif dan kaidah kebahasaannya!

7)      Ceritakan pidato persuasif yang kalian buat dengan alat peraga pilihan kalian!

 

3)      Penilaian Pengetahuan

Strategi : tes tulis

Alat       : lembar penilaian

LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN

 

Nama  : ……………

Kelas : . …………..

 

No

Nama Siswa

Aspek

Total

Nilai

Struktur

Kebahasaan

Skor

 

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

Kriteria:

1)   Struktur

3: tercapai; 2: berkembang; 1: mulai terlihat 

 

2)   Kebahasaan

3: tercapai; 2: berkembang; 1: mulai terlihat 

 

 

Lampiran:

Lembar Kerja Peserta Didik

Nama Kelompok:

Kelas:

 

A.   Petunjuk

1.    Bacalah bahan ajar materi pidato persuasif yang telah disediakan berdasarkan minat kalian!

2.    Cermati struktur dan kebahasaan yang ada dalam teks tersebut!

 

 

B.    Penugasan

Tulislah struktur dan kebahasaan pidato persuasif sesuai tema yang kamu pilih dalam tabel yang telah disediakan!

 

 

 

Bahan Ajar

1)   Bacaan dan gambar : terlampir

2)   Videoyou tube            : https://www.youtube.com/watch?v=kacZTEEZkNI

3)   Rekaman                     : https://meet-dev.btp.ac.id/suara-bung-karno-proklamasi.xhtml   

Bahan Ajar:

PIDATO PERSUASIF

 

Pidato persuasif adalah jenis pidato yang disampaikan dengan tujuan mempengaruhi pendengarnya, sehingga tertarik dengan apa yang disampaikan. Seperti pidato kemerdekaan yang mengobarkan semangat kemerdekaan. Berikut merupakan tujuan dari disampaikan dan disusunnya pidato persuasif ini.

1)        Mempunyai topik yang telah dikuasai sehingga mampu menguraikannya

2)        Menambah kecakapan dalam berpidato.

3)        Memiliki tujuan dari apa yang disampaikan.

4)        Menambah pengetahuan baru.

5)        Mempunyai topik yang terjalin dari hubungan yang harmonis.

Adapun ciri yang terdapat pada pidato persuasif, adalah sebagai berikut.

o   Pidato mempunyai permasalahan pokok yang memiliki kriteria dari yang disampaikan dan memiliki pesan utama atau inti di dalam pidato yang disampaikan supaya para audiens yang mendengarkan dapat melakukannya dan dapat menerima apa yang disampaikan.

o   Keahlian untuk menyampaikan bahwa didalam pidatonya memiliki ciri sebagai pembujuk atau juga sebagai penasehat untuk para pendengarnya.

o   Mempunyai hubungan yang baik yang juga terdapat dalam kriteria supaya pendengar ingin bersedia dan mereka merasakan nyaman meski dalam waktu singkat bahkan dalam waktu panjang.

o   Pidato cenderung memiliki ciri khas supaya bisa melakukan sesuatu dengan kedekatan atau keakraban yang telah tercipta.

Jenis Pidato Persuasif

Pidato persuasif dengan tujuan berdasarkan kebaikan.

o   Pidato persuasif jenis pidato yang informatif maksudnya yang memberikan informasi.

o   Pidato persuasif jenis pidato yang memebrikan keyakinan pada pendengar.

o   Pidato deskriptif salah satu jenis pidato yang menggambarkan sebuah keadaan.

o   Pidato rekreatif jenis pidato yang memeberikan hiburan kepada pendengarnya.

o   Struktur Pidato Persuasif

Adapun struktur dari pidato persuasif yang baik dan benar adalah sebagai berikut.

1)   Salam pembukaan : Ini disampaikan pada awal pidato, hendaknya salam pembuka ini mencakup semua aspek keyakinan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

2)   Pendahuluan : Menyampaikan hal yang mencakup isi pidato secara singkat, seperti memberikan gamabaran apa saja yang akan disampaikan pada pidato tersebut.

3)   Isi pidato : Bagian tempat untuk menyampaikan tujuan dan maksud kepada para pendengar pidato.

4)   Penutup : Hal ini sebagai bagian untuk menyampaikan kesimpulan dari pidato yang telah diberikan, dan permohonan maaf serta ucapan terima kasih dan salam penutup.

Isi pidato persuasif hendaknya dengan merujuk secara keseluruhan mengenai pidato persuasif yang disampaikan secara khusus maka sudah jelas bahwa isi dari pidato ini harus menarik serta memiliki manfaat yang besar untuk pendengarnya. Dengan demikian bertujuan supaya bisa membuat audiens atau bisa disampaikan juga semua yang menjadi unsur yang dinilai penting dalam pidato tersebut ,sehingga dapat membujuk dan membuat masyarakat berbuat dengan bisa melakukan sesuatu yang baik dan memiliki nilai guna.

 

 

CONTOH PIDATO BERDASARAKAN TEMA

TEMA : EKONOMI

Assalamualaikum wr.wb

 

Pertama dan yang paling utama mari kita panjatkan puja serta puji dan syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehadiratnya yang selalu senantisa mengirim banyak limpahan rahmat, karunia dan keberkahan kepada kita semua sebagai umatnya.

 

Sholawat beriring salam yang tak lupa dan tak hentinya pula kita haturkan kepada junjungan dan pemimpin kita Nabi besar Muhammad SAW yang selalu kita nantikan syafaat dari beliau pada kehidupan setelah meninggalkan bumi ini.

 

Yang saya hormati, petinggi departemen keuangan

yang saya hormati, peserta Seminar yang saya banggakan

yang saya kormati, tamu undangan sekalian yang berbahagia

 

saya disini mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia yang telah memberikan semua pelayanan yang baik kepada saya selama disini, harapan saya semoga acara ini berjalan dengan lancar hingga dipenghujung kegiatan hari ini. Amiinn

 

Sebelum memulai pembahasan yang lebih jauh banyak sekali pengusaha-pengusaha yang telah sukses setelah meniti karir yang dari kehidupannya benar mereka mulai dari nol besar dengan kegigihan serta keuletan sehingga mereka bisa meraih keberhasilan dari hasil kerja keras mereka untuk mencapai mimpinya.

 

Pengusaha-pengusaha yang sukses pada umumnya mereka mempunyai banyak pengalaman dan juga latar belakang dari pendidikan sekolah yang tidak mengenyam pendidikan yang terlalu tinggi dengan itu mereka mulai melakukan untuk mendirikan dan menjalankan bisnis serta mereka membekali diri dengan memiliki etos kerja dan memiliki semangat yang kuat sehingga membangkitkan diri demi mewujudkan cita-cita dan tujuan mereka.

 

Kebanyakan dari mereka sebagai pengusaha yang telah berhasil meraih mimpinya merupaka orang-orang yang memiliki jiwa muda dan mamanfaatkan kesempatan untuk mulai bertindak untuk mewujudkan mimpi mereka dengan tujuan dapat membahagiakan keluarga dan orang terdekat meski harus kerja keras dan menekuni usaha yang sedang dijalani.

 

Menempuh pendidikan yang tinggi juga penting untuk bisa menambah ilmu, seperti mengatur keuangan, mengatur manajemen bisnis serta masih banyak lagi yang kita dapatkan dengan menempuh pendidikan yang lebih tinggi seperti pengalaman yang berharga dan menemukan teman baru.

 

Untuk para pencari kerja yang sudah lama menunggu panggilan dari lamaran yang telah berapa kali tak terhitung banyaknya telah dikirim, mari bangkit mulai dengan membangun lapangan kerja baru dengan mulai berbisnis.

Setelah mengetahui pengertian, ciri, jenis, tujuan dan isi dari pidato persuasif, dengan tujuan untuk mendapat pemahaman yang lebih lagi kami berikan juga contoh pidato persuasif sebagai berikut.

 

 

Karena pada era sekarang ini, akan lebih baik untuk kita menciptakan lapangan pekerjaan bukan hanya menunggu pekerjaan menghampiri, boleh bekerja untuk menambah pengalaman membangun bisnis. Karena dengan berbisnis sendiri lebih menguntungkan serta lebih berpeluang memperbaiki keadaan ekonomi.

 

Baca Juga :  Contoh Latar Belakang Laporan

Mari motivasi diri untuk selalu melakukan hal yang bermanfaat, melakukan hal yang bisa membuat diri lebih baik dari sebelumnya dan memberi cambukan bagi diri bahwa untuk mendapat kerja bukan hanya dengan mengharapkan kerja dari yang orang lain berikan, yakinkan diri bahwa kalian mampu mendirikan usaha sendiri.

 

Sekian mungkin yang dapat saya sampaikan, pesan saya fikirkan dan bertindak pada apapun yang menurut kalian berpeluang untuk sukses.

 

Semoga apa yang telah saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, dan untuk kesalahan yang saya sengaja maupun yang tidak saya sadari saya mohon maaf serta terima kasih kepada semua yang hadir dan terlibat dalam acara ini telah menyempatkan dan meluangkan waktu kalian semua.

 

Saya akhiri,

wassalamualaikum wr.wb

 

TEMA : KESEHATAN

Assalamualaikum wr.wb

 

Yang terhormat (nama)

Yang saya hormati (nama)

Dan teman-teman sekalian

 

Mari kita panjatkan puji syukur karena di masa pandemi ini kita masih diberi kesempatan berkumpul di sini. Izinkan saya untuk menyampaikan beberapa patah kata tentang etika penyebaran informasi kondisi pandemi.

 

Pandemi Covid-19 sejak tahun lalu belum berakhir, bahkan memasuki gelombang baru. Dibandingkan berita baik, seringkali yang kita dapatkan di broadcast whatsapp dan media sosial lainnya adalah berita yang membuat sedih. Barangkali teman-teman pernah mendapatkan informasi tentang peningkatan jumlah korban Covid-19, tenaga kesehatan yang collapse, bed rumah sakit yang habis, IGD yang penuh, dan sebagainya.

 

Berita yang mudah tersebar hanya dengan sekali klik tersebut sangat mudah menyebar dalam hitungan detik dan menimbulkan kepanikan. Tentu bukan masalah besar jika informasi yang dibagikan sudah terbukti benar, sehingga masyarakat semakin waspada. Namun, bagaimana jika informasi yang disebar tersebut justru berasal dari sumber tidak tepercaya sehingga menyesatkan?

 

Teman-teman sekalian, kita tidak dilarang menyebarkan informasi, apalagi jika teman-teman beranggapan bahwa informasi tersebut bermanfaat. Sebaiknya berhati-hatilah ketika menyebarkan informasi obat-obatan yang dipercaya menyembuhkan Covid-19 secara instan. Tidak semua orang bisa mengonsumsi obat yang sama, sehingga justru berbahaya untuk kesehatan mereka.

 

Alangkah lebih bijak jika kita membagikan motivasi untuk para penderita Covid-19 agar segera sembuh. Selain itu, kita bisa mengingatkan teman-teman yang lain untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang seringkali diabaikan. Periksa kembali berita yang akan kita bagikan, cari tahu sumbernya, dan pendapat para ahli. Jangan langsung percaya pada berita yang didapatkan tanpa mengkritisinya terlebih dahulu.

 

Akhir kata, jangan lupa selalu menjaga kesehatan dan hindari kerumunan. Yakinlah bahwa jika kita disiplin, pandemi akan segera berakhir.

 

Wassalamualaikum wr.wb

 

TEMA : KEBERSIHAN

Selamat Pagi Bapak/Ibu guru yang kami hormati,

Serta teman-temanku sekalian yang saya cintai

 

Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul pada acara pagi hari ini.

 

Bapak/Ibu guru serta teman-teman yang saya cintai, seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan di sekitar kita telah menjadi cerminkan budaya sekolah kita. Alangkah tidak bijaknya jika lingkungan di sekitar kita terlihat tidak enak dipandang dan terasa tidak nyaman lagi. Apalagi sekolah ini telah menjadi rumah kedua kita yang setiap hari kita singgahi guna menuntut ilmu.

Lingkungan sekolah seharusnya selalu terjaga dan memiliki suasana yang sejuk sehingga kita pun dapat lebih konsentrasi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, saya sebagai bagian dari keluarga di sekolah ini sangat menginginkan supaya kita bisa tetap terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang kita cintai ini. Setiap kelas seharusnya sudah memiliki kedisiplinan tersendiri akan pentingnya kebersihan. Seperti kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya, setiap siswa sudah memiliki jadwal piket masing-masing, sudah sepatutnya teman-teman sekalian selalu datang lebih awal untuk dapat membersihkan kelas terlebih dahulu sehingga ketika pelajaran pertama dimulai, lingkungan kelas kita sudah mulai bersih dan nyaman untuk ditempati.

 

Dan tidak lupa pula, kita semua sebagai siswa seharusnya selalu sadar bahwa adanya tong sampah bukanlah tanpa tujuan. Anda harusnya bisa belajar taat untuk dapat membuang sampah pada tempatnya, sehingga kebersihan sekolah kita pun tetap terjaga dan terbebas dari sampah-sampah yang berserakan.

Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai.

 

Saya berharap dengan adanya tindakan-tindakan kecil yang telah saya sebutkan sebelumnya, diharapkan mampu menyadarkan kita semua untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kebersihan berpengaruh besar terhadap kesehatan maka dari itu kebersihan perlu dijaga oleh kita dan untuk kita juga.kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Akhir kata, terima kasih atas kesempatan diberikannya waktu untuk menyampaikan sepatah dua patah pidato singkat ini, jika ada salah kata semoga bisa dimaafkan.

 

SALAM

TEMA : PENDIDIKAN

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamualaikum wr, wb

 

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang saya hormati,

Pada hari ini marilah kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan ridho yang telah Dia berikan, sehingga kita bisa berjumpa di tempat ini. Adapun materi pidato yang akan saya sampaikan ini mempunyai tema pentingnya pendidikan moral.

 

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian,

 

Akhir-akhir ini kita seringkali melihat perilaku buruk yang dilakukan seluruh elemen masyarakat kita, entah itu dari kalangan menengah, kalangan menengah ke atas, sampai ke para pejabat kita. Adapun perilaku buruk yang mereka lakukan antara lain pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, penipuan, penyalahgunaan narkotika, dan tindak pidana korupsi. Semua perilaku buruk itu telah mengakibatkan kerugian yang banyak untuk negara ini, baik kerugian secara moral maupun secara material.

 

Perilaku-perilaku buruk tersebut disebabkan karena lemahnya moral yang ada di masyarakat kita. Hingga tak heran, jika perilaku-perlikau buruuk tersebut masih banyak dilakukan dan sulit dilakukan. Salah satu cara atau upaya supaya kita dapat meminimalisir hal tersebut adalah dengan diselenggarakannya pendidikan moral. Pendidikan moral sendiri merupakan pendidikan yang berbasis kepada pengembangan moral dari para peserta didik, sehingga peserta didik mempunyai moral yang baik disamping mempunyai otak yang cerdas.

 

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian,

 

Adapun cara yang bisa kita lakukan untuk mengaplikasikan pendidikan moral kepada anak-anak kita adalah dengan menjadikan kita sebagai teladan yang bermoral baik dihadapan anak-anak kita. Selain itu, pengajaran nilai-nilai moral juga mesti ditanamkan kepada anak-anak kita sejak dini. Proses pengajarannya mesti dilakukan semenarik mungkin dan libatkan sang anak dalam proses pembelajaran, supaya pembelajaran nilai-nilai moral tidak berjalan satu arah, dan anak-anak merasa terlibat, serta jauh lebih paham terkait nilai-nilai moral yang mesti dianut.

 

Mungkin proses pendidikan moral yang dijalankan tidaklah singkat dan mudah. Namun, hasil yang didapat sangat setimpal dari lama dan sulitnya proses pendidikan moral tersebut. Untuk itu, marilah kita terapkan pendidikan moral kepada anak-anak kita sejak saat ini, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di berbagai instansi pendidikan. Dengan begitu, anak-anak kita nantinya akan menjadi generasi yang cerdasdan bermoral baik, sehingga perilaku-perilaku buruk yang sering terjadi akhir-akhir ini tidak dilakukan oleh generasi yang akan datang.

 

Mungkin hanya itu saja yang mampu saya sampaikan pada pidato singkat kali ini. Dengan segenap kerendahan hati, saya memohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan di dalam pidato yang saya sampaikan ini. Semoga rahmat dan ridho-Nya senantiasa ada bersama kita. Amin ya robbal alamin.

 

Wassalamualaikum wr, wb.

 

 

 

Lampiran RPP

1)           DESKRIPSI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

a)                        Kompetensi Sosial Emosional

Adapun Kompetensi sosial emosional yang saya pilih adalah : kompetensi pengenalan emosi (kesadaran diri) dan empati

b)                       Teknik Pembelajaran

Teknik STOP, menggambar emoticon, dan tebak emosi sebagai bentuk empati

c)                        Hal yang Dilakukan Guru

Guru menginstruksikan untuk berhenti sejenak dan memandu teknik STOP, kemudian menggambar emoticon kemudian memberikan komentarnya terhadap dua gambar emosi sebagai bentuk rasa empati kepada orang lain.

d)                        Hal Yang Dikatakan Pada Murid

Mari kita laksanakan teknik STOP untuk meregangkan otot-otot kita

Apa yang anak rasakan? Sudah rileks sejenak? Mari kita lanjutkan dengan menggambar emoticon. Coba lihat 2 gambar ini, emosi apa yang tampak? Apa yang kamu lakukan jika seorang temanmu mengalami emosi seperti dua gambar tersebut?

e)                        Tujuan

Mengenali berbagai emosi sebagai wujud kesadaran diri, dan berempati dalam berinteraksi dengan teman

Kegiatan KSE yang dilakukan pada aktivitas pembelajaran

1)   Melakukan Teknik STOP Sejenak

Duduk yang nyaman, ambil napas panjang, rilekskan pikiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Langkah selanjutnya gambar emoticon sesuai perasaan yang kamu rasakan saat pembelajaran kali ini!

 

 

 

 

 

 

 

 


KSE 1. PENGENALAN EMOSI

Belajar Berempati KSE 3 Empati

Pernahkan temanmu mengalami keadaan emosi seperti gambar di atas? Ceritakanlah pengalaman yang pernah anak-anak lakukan pada temanmu yang sedang mengalami dua hal tersebut!