Rabu, 26 Mei 2021

Modul 1.1 Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Refleksi Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
Oleh: Nani Nurcahyani 
(CGP Angkatan Ke-2 Kabupaten Malang: Kelas 14)

     Ada banyak hal yang telah saya pelajari setelah terpilih menjadi Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan ke-2 Kabupaten Malang. Rasa syukur kepada Allah SWT karena memberikan kesempatan kepada saya untuk menambah ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang begitu luar biasa. Bercerita sedikit ke belakang, saya adalah guru yang haus ilmu dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, banyak kegiatan saya ikuti demi meningkatkan profesionalitas dan pengembangan diri. Saya sering mengikuti diklat, seminar, workshop, maupun kegiatan ilmiah lainnya, baik dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Saya selalu mengupgrade pengetahuan saya, bahkan ada yang bilang kalau saya rakus ilmu, semua kegiatan diikuti. Saya berupaya menjadi guru ideal yang selalu dirindukan murid-murid dengan menerapkan ilmu yang saya peroleh, baik tentang metode, media, dan strategi pembelajaran agar murid-murid aktif dalam pembelajaran. Selain itu, saya juga mencoba membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan menyelipkan permainan dalam pembelajaran. Saya merasa bahwa pembelajaran sudah mengarah pada student oriented, tetapi setelah mempelajari modul CGP yang berisi pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) ini, ternyata apa yang saya lakukan masih belum ada apa-apanya. Saya belum paham hakikat merrdeka belajar yang sesungguhnya.

Hal yang saya pelajari dari  Program Guru Penggerak (PGP) adalah guru merupakan pemimpin pembelajaran yang menerapkan merrdeka belajar menuju pendidikan berkualitas dan berbudi pekerti luhur. Guru mempunyai tugas untuk (1) menuntun anak dalam hidupnya. Artinya, tiap anak memiliki kodrat alam  yang berbeda. Tiap anak mempunyai karakter yang berbeda, asal mereka berbeda, latar belakang juga berbeda, kemampuan untuk menerima ilmu itu pun juga berbeda maka guru tidak selayaknya memberikan perlakuan yang sama.  Guru harus mampu memilih metode dan strategi yang tepat agar mampu menuntun semua anak sesuai kodrat alamnya. Anak diberi kebebasan untuk mengeksplore dirinya dalam bidang akademik maupun nonakademik sesuai bakat dan minatnya. Guru adalah (2) petani. Guru merupakan penyemai benih-benih menjadi unggul, berkualitas, dan berkarakter. Guru harus mampu membimbing murid bagaimanapun kemampuan yang dimilikinya agar menjadi murid cerdas berkarakter menuju Indonesia emas 2045. Guru adalah teladan dalam penanaman (3) budi pekerti.  Tugas gurulah menuntun siswa agar mempunyai budi pekerti yang luhur. Guru harus mampu memahami kodrat alam anak. Anak suka (4) bermain. Di dalam pembelajaran selayaknya diselipkan permainan agar anak tidak merasa bosan. Anak akan merasa jenuh jika guru hanya berkutat pada materi. Misalnya bermain Menara kartu, roda berputar, atau kalau bisa permainan tradisional untuk melestarikan kearifan lokal budaya setempat. Disadari maupun tidak, bermain mampu memberikan atmosfer positif dalam diri anak. Anak belajar bekerja sama, sportif, percaya diri, bertanggung jawab dan lainnya. Guru hendaknya melaksanakan pembelajaran yang (5) berpusat pada anak.  Pembelajaran yang membuat anak aktif dan kreatif akan lebih bermakna.

Saya mempunyai pengalaman baru ketika menjadi satu kelompok dengan guru TK dan SD. Saya harus bisa lebih wise/bijaksana dalam bersikap dan bertutur karena pola pikir yang berbeda. Saya harus lebih bisa menjaga ego dan memiliki sikap inklusif  karena kami sama-sama belajar. Saya dan rekan saya, Bu Herlin, agak kaget tetapi kami berupaya menyesuaikan diri karena tujuan kami sama yaitu “LULUS BERSAMA”. Saya belajar menghargai dan menghormati mereka. Saya akan berkolaborasi denganmereka selama 9 bulan ini.

Ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang saya dapatkan dalam PGP ini menjadi kekuatan baru dalam menerapkan merrdeka belajar berdasarkan pemikiran KHD. Kelebihan yang saya miliki dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan saya bagi kepada teman-teman sesama CGP. Saya akan berkolaborasi dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas terutama dalam pembuatan video pembelajaran. Kekuatan yang bisa menjadi kelemahan saya adalah kerja cepat. Saya harus bisa menyesuaikan diri dengan cara kerja kelompok dan saling mendukung. Setelah saya mempelajari modul ini lebih mendalam, saya mempunyai semangat baru untuk menerapkan merrdeka belajar sesuai ajaran KHD, ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, menuju Indonesia emas 2045. Saya ingin menerapkan pembelajaran yang “berpihak pada anak” dengan memetakan kodrat alam dan zaman anak dan memilih metode pembelajaran yang berpusat pada anak yaitu Discovery/Inquiry Learning, Problem Based Learning, Project Based Learning dan menanamkan budi pekerti luhur sehingga mampu membuat pembelajaran menjadi bermutu dan menyenangkan.

Tantangan yang saya hadapi adalah jarak dan waktu. Saya harus pulang sore dan mengatur waktu mengerjakan LMS. Kondisi ini tidak membuat saya patah semangat. Saya yakin saya pasti bisa. Solusinya adalah tetap semangat, manajemen waktu yang baik, dan berkolaborasi dengan teman CGP.

Perubahan diri yang saya lakukan adalah belajar harus lebih giat dan semangat menjadi guru sesuai pemikiran KHD. Saya akan lebih telaten, mawas diri, mampu berkolaborasi, bekerja sama, dan saling membantu untuk mencapai tujuan menjadi guru penggerak dan menjadi transformasi pendidikan di Indonesia. Saya akan selalu berbagi praktik baik dalam pembelajaran. Saya akan memanajemen waktu saya agar dapat menyelesaiak tugas tepat waktu, serta tak kalah pentingnya dalah menjaga kesehatan, Saya akan selalu berdiskusi dengan fasilitator dan pengajar praktik tentang kendala yang saya hadapi.

Perubahan konkret yang saya lakukan adalah menerapkan pembelajaran berpihak pada anak, sementara ini masih daring persiapan luring. Saya akan memetakan kodrat alam anak agar saya dapat memilih metode yang tepat dalam pembelajaran agar tujuan dapat tercapai. Saya akan menyesuaikan pembelajaran sesuai kodrat zaman anak yaitu memanfaatkan teknologi dengan membuat inovasi berupa aplikasi pembelajaran berbasis TIK. Saya akan menjadi “petani” yang mampu menyemai benih-benih dengan berbagi kondisi alamnya sehingga kelak menjadi anak yang cerdas berkarakter. Saya juga akan lebih sering mengadakan permainan yang menstimulus motorik anak. TEtap berkolaborasi dengan kelompok demi menjadi GP yang sesuai ajaran KHD.


                                                                              Pendampingan dari Fasiliator

Link you tube : https://www.youtube.com/watch?v=K42KauXJbCM&t=368s